Senin, 25 Januari 2016

Menggapai Mimpi di Puncak Rinjani (Part 1)


Sudah lama sebenarnya saya ingin menulis ini. Tapi entah belum sempat atau memang saya malas menulisnya. Perjalanan ini saya lakukan ditahun 2015 tepatnya dibulan April. Perjalanan ke sebuah tempat yang mungkin menurut kebanyakan orang biasa saja karena sudah banyak yang melakukannya dan berdiri diatas puncaknya. Tapi bagi saya lebih dari itu, ini adalah sebuah mimpi dan penantian panjang. Akhirnya saya dapat kesempatan untuk mewujudkan mimpi itu. Banyak faktor pendukung untuk mencapai semuanya. Dari faktor biaya, team, waktu dan kesempatan. Semua adalah satu kesatuan.

Mimpi itu dimulai ketika zaman SMA, sekitar tahun 2004. Diberi tugas oleh guru bahasa Indonesia untuk membuat sinopsis dari sebuah novel. Dan saya dipinjamkan oleh seorang teman sebuah novel karya Mira W yang berjudul “Segurat Bianglala di Pantai Senggigi”. Dari novel itu pertama kali saya mengenal Gunung Rinjani – meskipun bukan gunung pertama yang saya daki – dan saya sudah memiliki bayangan sendiri tentang gunung itu. Semua pesona dan keindahannya tercipta didalam pikiran saya.

Bandara Lombok Praya

Perjalanan dimulai dari bandara Soekarno-Hatta menuju Lombok Praya. Sesampainya disana kami – saya dan empat teman saya – menyewa mobil untuk mengantarkan kami menuju Sembalun, sebuah desa yang menjadi gerbang masuk untuk pendakian gunung Rinjani. Sesampainya di RTC (Rinjani Trekking Center) kami langsung registrasi dan mendirikan tenda – setelah meminta ijin kepada petugas tentunya – untuk bermalam sebelum melanjutkan pendakian esok harinya.

Pintu Gerbang Sembalun

Perjalanan kami mulai pukul 06.00 WITA. Setelah melewati pintu gerbang pendakian Sembalun kami disambut oleh savana yang luas. Saya pribadi sedikit merasa khawatir pada saat awal-awal pendakian. Kami sempat kebingungan mencari jalur pendakian yang benar, karena penunjuk jalan disana tidak begitu lengkap. Tidak ada satupun dari kami yang menyewa jasa porter, padahal kami semua baru pertama kali melakukan pendakian ke gunung Rinjani. Mengingat cerita kemarin di RTC bahwa sebaiknya para pendaki yang baru pertama kali melakukan pendakian ke Rinjani menyewa jasa porter, atau minimal satu orang dari tim sudah ada yang pernah melakukan pendakian ke Rinjani sebelumnya. Menurut mereka takut kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, tapi kami berlima yakin saja bahwa tidak akan ada apa-apa selama pendakian nanti.

Savana

Setelah beberapa saat akhirnya keraguan kami terjawab, ada beberapa porter yang membawa rombongan bule melintas. Saya pikir tadinya hanya kami berlima saja yang melakukan pendakian, karena memang kami melakukan pendakian pada saat Rinjani baru dibuka untuk pendakian setelah tutup selama 3 bulan. Ternyata menjelang siang banyak sekali turis asing yang melakukan pendakian, serasa kami sedang mendaki gunung diluar negeri. Menurut saya Rinjani adalah gunung para bule, karena hanya beberapa pendaki lokal saja yang saya temui.

Memang nasihat orang tua itu benar adanya, bahwa kami harus menyewa porter. Jalur pendakian mulai terasa berat pada saat melalui bukit penyesalan. Entah ada 7 atau 9 bukit yang harus kami lalui, serasa perjalanan itu tidak ada habisnya. “Sebentar lagi mas, kira-kira satu jam lagi sampai Plawangan,” kata pendaki lain menyemangati. Ah, tapi untuk yang satu ini saya tidak pernah percaya. Kami jalani saja dengan sabar dan keyakinan kuat bahwa kami akan sampai.

Dengan perjuangan dan kerja keras, akhirnya kami tiba di Plawangan Sembalun sekitar pukul 18.00 WITA. Hari sudah mulai gelap saat kami harus mendirikan tenda. Angin di Plawangan berhembus kencang dan malam semakin larut. Tapi cuaca cerah malam itu. Disaat kami mulai tidur untuk memulihkan tenaga untuk persiapan pendakian dini hari ke puncak, tiba-tiba lirih terdengar suara desahan dari tenda sebelah. Ternyata sepasang anak manusia berdarah Eropa sedang bercinta. Oh, shit man!!!

Lanjut Part 2 

1 komentar:

  1. http://pelangimerah99.blogspot.co.id/2017/11/5-klub-eropa-yang-ikut-merayakan.html
    http://pelangimerah99.blogspot.co.id/2017/11/lewandowski-kembali-perkuat-bayern.html
    http://pelangimerah99.blogspot.co.id/2017/11/pelangikita.html

    Tunggu Apa Lagi Guyss..
    Let's Join With Us At Pelangikita.com ^^
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami
    - BBM : D8C5975D
    - WHATSAPP : +855 98 874 349
    - LINE : poker_pelangi

    BalasHapus